Bank as Financial Intermediary

BANK AS INTERMEDIARY

Bank sebagai perantara keuangan

Perhatikan gambar di atas:

Apa yang dimaksud dengan bank sebagai financial intermediary? Mengapa bank disebut demikian? Seperti yang sudah dijelaskan pada postingan saya yang sebelumnya (lebih baiki baca dulu, hehe). Dalam laporan harta atau asset suatubank, bank memiliki dua prinsip, yaitu prinsip mencari dana (source of fund) dan untuk apa dana tersebut dialokasikan (Use Fund). Mari kita bahas dulu bagaimana Bank mendapatkan dana dan memutarnya dana tersebut menjadi laba yang menguntungkan. Pada sisi kredit (Liabilitis), bank memperoleh dana (source of fund) dari tiga hal, yaitu : (1) Deposit, yaitu memperoleh dana dari masyarakat seperti saving deposit atau tabungan, demand deposit atau giro, serta time deposit atau deposito,  (2) yang ke dua adalah securities atau bank menjual obligasi, melakukan peminjaman holding atan melakukan pinjama kepada Bank Indonesia. Serta yang ke tiga (3) adalah capital atau modal bank yang dikelola oleh bank. Pada sisi deposit bank memperoleh dana dari masyarakat atau bias dikatakan dana III maka oleh karena itu bank memberikan interest (i1) untuk masyarakat sebagai hadiah dari bank. Di bagian sekuritas masih dalam lingkup likuiditas bank menjual obligasi atau hipotek dengan memberi interest (i2), dana ini disebut juga sebagai sumber dana yang ke II. Sedangkan di bagian ke 3 yaitu capital adalah bagaimana bank memperoleh setoran modal dari masyarakat, lalu memberikan hasil operasi yang di dapatkan dari selisih dari laba operasi terhadap retained earning, dari pengurangan tersebut maka didapatkanlah deviden sebesar i3 bagi Bank. Dari ketiga kegiatan bank dalam memperoleh dana, maka ada yang namanya biaya biaya untuk memperoleh dana tersebut. Biaya tersebut dianamai cost of fund, sehingga dengan adanya cost of fund maka bank di tuntut untuk memperoleh laba yang lebih besar dari cost of fund. Yang termasuk didalam cost of fund -> i1, i2, dan i3.

Nah kita baru membahas sisi kredit dari bank, sekarang mari kita bahas bagian debet dari bank atau bagian harta atau bagian dari asset atau aktiva. Whatever? Di sisi kiri atau sisi bagian harta, merupakan bagian bagaimana bank mengalokasikan dana atau source of fund agar bank tetap bertahan hidup (survive). Yang pertama dana dari masyarakat tadi (dana ke III) di kembalikan ke masyarakat dalam bentuk LOAN atau pinjaman dari bank, nama kerennya PYD (Pinjaman Yang Diberikan) dalam bentuk kredit sehingga sebagai imbalannya, bank memperoleh i4. Oleh karena itu, i4 harus selalu lebih besar dari pada i1, i2, dan i3. Yap, karena bank ingin menutupi biaya biaya dari perolehan dana tadi, jika bukan dari i4, dari mana lagi bank menutupi dana? Itulah yang menyebabkan kenapa Bungan pinjaman itu selalu lebih besar daripada bunga menabung. Setelah LOAN, ada yang namanya cash reserves atau uang yang dipegang bang. Cash reserves ini terbagi menjadi dua, yaitu uang yang dipegang di tangan (cash on hand) serta uang yang di simpan di Bank Indonesia (Rekening Koran pada Bank Indonesia atau RKBI). Dibagian ke tiga, ada yang namanya sekuritas yaitu bank membeli obligasi, saham, dan surat berharga lainnya. Intinya bank memberikan pinjaman kembali pada masyarakat dan memperoleh interest sebesar i5. Dan yang ke empat ada other asset, yang termasuk disini adalah asset tetap yang dimiliki bank serta asset asset yang tidak disebutkan di atas.

Setelah membahas berbagai perolehan dan pengalokasian dana pada bank, maka dapat disimpulkan bahwa bank adalah sebagai lembaga yang berfungsi untuk menerima simpanan dana dari masyarakat (deposit) dan menyalurkan kembali kepada masyarakat (LOAN). Inilah mengapa bank disebut  financial intermediary (perantara uang).

Dalam melaksanakan tugasnnya, bank juga diatur oleh BI. BI memberikan berbagai regulasi terhadap bank umum. Untuk lebih jelasnya lihat skema di bawah ini: 

regulasi

~~~ Continued ~~~

KLIRING

proses kliring

Untuk lebih lanjut lebih tau berbagai kegiatan di bank, mari kita simak cerita berikut ini :

Kasus 1

Joko adalah seorang eksportir, sedangkan Atun adalah seorang pengusaha kerupuk. Atun menjadi nasabah Bank KARMAN, sedangkan Joko adalah nasabah Bank SITI. Joko membeli kerupuk kepada Atun seharga RP 50.000.000,-. Joko membayar kepada Atun melalaui bank SITI dalam rekening Giro. Atun hanya ingin mencairkan cek tersebut di tempat ia menabung, yaitu Bank Karma. Dengan begitu tabungan ATun akan bertambah, secara rinci jurnalnya adalah sebagai berikut:

Pada Bank Karman

RK pada BI Rp 50.000.000

                Tabungan Atun

Pada Bank Siti

Giro Joko

                RK pada BI

Pada Bank Indonesia

RK Bank Karman

                RK Bank Siti

Surat yang diterima Bank Karman dari Bank Indonesia, surat yang diterima dinamakan  nota debet keluar. Sedangkan surat yang diterima Bank Siti namanya Nota debet masuk.

Jika terjadi kasus dimana uang yang dimiliki oleh Joko dalam Bank Siti kurang dari jumlah transferan yang sesungguhnya, maka transaksi pun gagal berlangsung dan peristiwa tersebut disebut sebagai Tolakan Kliring. Jurnal di BI saldo Rekening Koran Bank Siti (+) sedangkan Rekening Koran pada Bank Karman (-) atau tetap.

Kasus 2

Jika Joko ingin memberikan sebesar Rp 20 juta uang nya kepada Atun, dengan kasus melalui bank yang berbeda pula, maka BANK Siti mengirimkan surat nota Kredit masuk ke BI kemudian BI meneruskan surat tersebut ke Bank Karman sebagai surat nota Kredit keluar. Dimana jurnal di BANK Siti adalah mendebit akun Tabungan Joko pada kredit Rekening Koran BI sebesar Rp 20 juta, Sedangkan pada Bank Karman melakukan penjurnalan debit Rekening Koran BI dan kredit pada akun Tabungan Atun.

SALDO RKBI

Contoh:

Misalkan bank memiliki deposit 100juta, maka 8% dari deposit tersebut = 8 juta yang akan disetor ke rekening Koran. Namun, bila bank ingin menyetor lebih misal 10 juta, maka 8juta disebut Requirement reserve dan 2juta sisanya disebut excess reserve.

Misalkan bank mengalami kalah kliring 4 juta, maka dari 10 juta bersisa 6juta. Hal tersebut berarti kurang 2 juta dari syarat rekening. Jadi Bank bersangktan harus melakukan Pinjaman Bank Lain ( CALL MONEY). Dimana terdapat bunga dengan aturan PA: PER ANNUM atau ON : OVER NIGHT, persentase bunga tergantung kesepakatan.

Jangka waktu untuk setoran kembali Rekening Koran ke BI, tiap-tiap Bank memiliki waktu selama 10 hari atau kira-kira 2 minggu. Jika sebelum waktu tersebut terdapat Bank yang kalah kliring maka Bank bersangkutan harus CALL MONEY.

GRAFIK

Penghasilan Bank pada umunya diperoleh dari dua hal :

1)      Fee based : yang diperoleh dari transaksi pengiriman dan penagihan dana.

2)      Interest based : diperoleh dari transaksi pinjaman kredit dikurangi deposit

🙂 ~~ Semoga Bermanfaat ~~🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s