Perputaran Uang – Lingkup Indonesia

Money Flow - Small Area

Dimulai dari person A, seseorang yang diasumsikan mempunyai kelebihan uang (surplus money) sehingga dia memutuskan untuk menginvestasikan uangnya kepada Bank, dengan harapan person A mendapatkan keuntungan atas investasi uangnya pada bank. Keuntungan yang diperoleh person A di lambangi dengan i1 atau bunga (interest).

Diposisi kedua ada person B, seseorang yang diasumsikan sedang membutuhkan uang karena mengalami deficit Money. Person B berharap mendapatkan pinjaman uang. Maka disinilah bank sebagai indirect connector antara person A dan person B. person B mendapatkan dan pinjaman serta bunga pinjaman yang diwakili dengan i2. Bunga dapat dikatakan sebagai keuntungan atau pendapatan bagi Bank serta bunga dapat dikatakan biaya untuk person B. besarnya i2 akan selalu pasti lebih besar dari pada i1, mengapa? Karena i2 digunakan oleh bank untuk membiayai i1 sehingga, i2 pasti lebih bersar dari i1.

Bank sebagai financial intermediary adalah bagaimana bank dapat memperoleh sumber dana dari pihak-pihak yang surplus (yang memiliki banyak dana) yang kemudian menyealurkannya ke pihak yang deficit (yang memerlukan dana). Jika diilustrasikan, bank sebagai seorang dengan memiliki dua tangan, tangan kanannya bertugas sebagai penghimpun dana (source of fund) dengan berbagai program untuk memperoleh dana dan tangan kiri sebagai penyalur dana (use of fund) dengan berbagai program dalam menyalurkan dana. Tangan kanan bank bergandengan dengan tangan kiri masyarakat yang berkelebihan dana dan tangan kiri bank bergandengan dengan tangan kanan masyarakat yang membutuhkan pinjaman.

 Peran perantara disini untuk memberikan kepastian ketika ada masalah atau prestasi dalam transaksi, sehingga dana transaksipun menjadi lebih besar karena pihak yang terlibat semakin banyak pula, serta perantara ini menyediakan informasi kepada pihak-pihak yang bertransaksi. Dalam transaksi ini pun semua pihak harus mengetahui informasi mengenai yang terlibat dalam transaksi, misal pihak surplus harus memiliki informasi mengenai penyimpan dana dimana ia akan menyimpan dananya. Dan begitu juga semua pihak yang bersangkutan. Penyaluran dana bank harus mempertimbangkan aspek profitabilitas dan likuiditas. Tidak semua dana yang diperoleh di salurkan untuk keuntungan, tapi ada porsi yang digunakan untuk jaga-jaga kalau ada penarikan atau pembayaran oleh bank. Porsi yang digunakan untuk berjaga-jaga dialokasikan dalam bentuk kas atau asset yang bersifat likuid. Sedangkan porsi untuk mencari keuntungan dialokasikan dalam aktiva produktif (kredit, surat berharga, penempatan dana, penyertaan modal, penyertaan modal sementara, transaksi rekening administrative dan Sertifikat Bank Indonesia).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s