Penilaian Tingkat kesehatan Bank Umum

Sesuai dengan peraturan Bank Indonesia (No. 13/1/PBI/2011), diatur bahwa bank diwajibkan untuk melakukan penilaian sendiri (self assessment) mengenai tingkat kesehatan bank dengan menggunakan pendekatan risiko (Risk-Based Bank Rating/RBBR) baik secara individual maupun konsolidasi. Dalam hal ini, yang wajib menjadi peserta adalah bank umum yang terdaftar pada Bank Indonesia. Determinan dari penilaian tingkat kesehatan bank umum antara lain sebagai berikut :

  1. Profil Risiko (risk profile)
  2. Good Corporate Governance (GCG)
  3. Rentabilitas (Earnings)
  4. Permodalan (Capital)

Prinsip – prinsip umum penilaian tingkat kesehatan bank umum

1. Berorientasi Risiko

Didasarkan pada pemahaman bank atas keseluruhan dampak risiko dari kinerja bank. Hal ini dilakukan dengan mengidentifikasi akar permasalahan, mempertimbangkan dampak yang timbul dari risiko tersebut, dan memperhatikan arah (trend)  risiko masa depan. Bank diharapkan dapat mengambil langkah – langkah secara efisien dan efektif.

2. Komprehenshif dan Terstruktur

Bertujuan untuk mengetahui hubungan dan pengaruh dari masing-masing factor penilaian terhadap kondisi usaha bank.  Dalam hal ini dipertimbangkan pula kemampuan bank dalam menghadapi perubahan kondisi eksternal yang signifikan.

3. Proporsionalitas

Berdasarkan karakteristik dan kompleksitas usaha bank yang merupakan standard minimum yang wajib digunakan dalam menilai tingkat kesehatan bank di mana mencerminkan kondisi bank tersebut saat ini.

4. Materialitas dan Signifikasi

Prinsip materialitas dan signifikasi digunakan dalam menilai tingkat kesehatan bank untuk masing-masing factor yang dinilai. Selain itu, bank juga perlu memperhatikan signifikasi masing-masing indicator yang menjadi bagian dari factor penilaian. Penentuan materialitas dan signifikansi tersebut didasarkan pada analisis yang didukung oleh fakta, data, dan informasi yang memadai.

a)  Risiko Kredit

Risiko kredit merupakan risiko yang disebabkan oleh kegagalan debitur atau pihak lain dalam memenuhi kewajiban kepada Bank. Risiko kredit pada umumnya terdapat pada seluruh aktivitas Bank yang kinerjanya bergantung pada kinerja pihak lawan (counterparty), penerbit (issuer), atau kinerja penyedia dana (borrower). Risiko Kredit dapat meningkat antara lain karena terkonsentrasinya penyediaan dana pada debitur, wilayah geografis, produk, jenis pembiayaan, atau lapangan usaha tertentu. Risiko ini lazim disebut Risiko Konsentrasi Kredit.

b)  Risiko Pasar

Risiko pasar merupakan risiko pada posisi neraca dan rekening administratif termasuk transaksi derivatif, akibat perubahan dari kondisi pasar. Risiko Pasar meliputi antara lain Risiko suku bunga, Risiko nilai tukar, Risiko ekuitas, dan Risiko komoditas. Risiko suku bunga dapat berasal baik dari posisi trading book maupun posisi Banking book.

c)  Risiko Likuiditas

Risiko Likuiditas  merupakan risiko yang disebabkan oleh ketidakmampuan Bank untuk memenuhi kewajiban saat jatuh tempo dari sumber pendanaan arus kas atau aset likuid yang berkualitas tinggi yang dapat diagunkan dengan syarat tanpa menganggu aktivitas dan kondisi keuangan Bank. Risiko Likuiditas disebut juga risiko likuiditas pendanaan (funding liquidity risk) dan risiko likuiditas pasar (market liquidity risk).

d)  Risiko Operasional

Risiko Operasional merupakan risiko yang disebabkan oleh  tidak berfungsinya proses internal, kesalahan manusia, kegagalan sistem, atau adanya kejadian eksternal yang mempengaruhi operasional Bank. Sumber risiko operasional dapat disebabkan antara lain oleh sumber daya manusia, proses, sistem, dan kejadian eksternal.

e)  Risiko Hukum

Risiko hukum merupakan risiko yang timbul akibat tuntutan hukum yuridis. Risiko ini terjadi karena adanya ketiadak adaan peraturan perundang-undangan yang mendukung  syarat sahnya kontrak atau agunan yang tidak memadai.

f)   Risiko Stratejik

Risiko stratejik merupakan risiko akibat ketidaktepatan Bank dalam taking decision tentang pelaksanaan suatu keputusan stratejik serta kegagalan dalam mengantisipasi perubahan lingkungan bisnis.

g)  Risiko Kepatuhan

Risiko kepatuhan merupakan risiko yang timbul akibat Bank yang tidak mematuhi peraturan perundang-undangan dan ketentuan yang berlaku. Sumber risiko kepatuhan antara lain timbul karena perilaku hukum maupun perilaku organisasi terhadap ketentuan maupun etika bisnis yang berlaku.

h)  Risiko Reputasi

Risiko reputasi merupakan risiko akibat menurunnya tingkat kepercayaan stockholder yang bersumber dari persepsi negatif terhadap Bank. Salah satu pendekatan yang digunakan dalam mengkategorikan sumber risiko reputasi bersifat tidak langsung (below the line) dan bersifat langsung (above the line).

SUMBER :  Penilaian Tingkat Kesehatan Bank Umum  dalam Surat Edaran BANK INDONESIA tahun 2011 (www.bi.go.id)

MEKANISME PENILAIAN TINGKAT KESEHATAN BANK

Penilaian Secara Individual

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s