Kredit Bank

Berasal dari kata credere (kepercayaan) yang berarti menyerahkan suatu barang atau jasa atau uang dengan jumlah dan nilai sekarang yang pengembaliannya dilakukan dikemudian hari. Syarat terjadinya kredit ialah keharusan adanya jangka waktu penyerahan barang atau jasa atau uang disebut prestasi, sedangkan pengembalian barang atau jasa atau uang disebut kontra prestasi. Jadi, dapat disimpulkan kredit adalah penyerahan prestasi sekarang dan pengembalian kontra prestasi pada masa yang akan datang.

Syarat – syarat mengajukan kredit :

Terdapat lima karakter yang sebaiknya dimiliki oleh seorang debitur, antara lain sebagai berikut :

  1. Character atau karakter, yaitu tingkat kejujuran seorang penerima kredit atau debitur.
  2. Capacity atau kemampuan, yaitu kemampuan dalam memanfaatkan kredit yang diberikan oleh bank dan mengembalikan dalam jumlah yang ditentkan.
  3. Collateral atau jaminan, yaitu jaminan yang diberikan oleh penerima kredit. Beberapa determinant yang digunakan sebagai jaminan, antara lain:

–          Orang sebagai saksi

–          Barang, terbagi menjadi (1) barang bergerak, yaitu barang yang  mudah diuangkan. Sebagai contoh : perhiasan dan surat berharga. (2) barang tidak bergerak, yaitu barang yang sulit diuangkan dan butuh waktu lama jika diuangkan, contohnya adalah tanah atau gedung.

4. Capital atau modal, yaitu modal yang telah dimiliki oleh debitur.

5. Condition atau kondisi, yaitu keadaan ekonomi yang sedang berlangsung oleh debitor.

Jenis – jenis kredit

Berdasarkan sumbernya :

  1. Dalam Negeri
  2. Luar Negeri

Berdasarkan tujuan penggunaan :

  1. Kredit Konsumtif
  2. Kredit Produktif

Berdasarkan Jaminan :

  1. Kredit Blanko
  2. Kredit dengan Jaminan

Berdasarkan Jangka Waktu

  1. Kredit Jangka Pendek, Lama pengembalian kredit kurang dari satu tahun, contohya : Barang Bergerak
  2. Kredit Jangka Panjang, Lama pengembalian kredit lebih dari satu tahun, contohnya: Barang yang tidak bergerak.

Fungsi Kredit

  1. Meningkatkan Produktivitas
  2. Memperlancar Arus Barang dari Produsen ke konsumen
  3. Mempelancar transaksi barang
  4. Mengaktifkan fungsi barang
  5. Pemerataan Pendapatan

Kelemahan Kredit

  1. Memungkinkan kreditur bertransaksi yang bersifat spekulatif.
  2. Memdorong seseorang bersifat konsumtif
  3. Memungkinkan kelebihan produksi dan meningkatkan inflasi

Kriteria Bank Dunia mengenai pendapatan per kapita

  1. Apabila 40% jumlah penduduk menikmati kurang dari 12% dari pendapatan nasional, maka negara  tersebut termasuk kelompok berpendapatan rendah dan tingkat ketimpangkan sangat parah.
  2. Apabila 40% jumlah penduduk termiskin menikmati 17% dari pendapatan pngkater kapita, maka tingkat pemerataan dianggap sedang atau moderate.
  3. Jika 40% jumlah penduduk menikmati lebih dari 17% pendapatan per kapita maka ketimpangan pemerataan dianggap cukup merata.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s