Kisah Pilot Kamikaze yang dibungkam sejarah

Mawar Jepang

Berawal dari tugas yang diperintahkan oleh seorang produser acara dokumenter NHK kepada jurnalis wanita, Mayumi Onodera, untuk mencari informasi yang puluhan tahun telah dirahasiakan. Cerita itu bermula dari seorang wanita renta yang bernama Rika Kobayashi sebagai narasumber utama yang akan menceritakan kejadian kurang lebih sekitar 60 tahun yang lalu.

Cerita itu bermula pada tahun 1941 dimana Jepang telah meluluh lantahkan pertahanan Amerika di pelabuhan Pearl Harbour, Hawai. Maka dengan rasa bangga Pemerintahan Jepang mengumumkan kemenangan Jepang secara bergeriliya melalui radio. Namun tidak sama dengan pemikiran Sayuri Miyamoto, sayuri berfikir bahwa pemerintahan Jepang hanya akan membangunkan macan yang sedang tidur, sehingga cepat atau lambat Amerika akan menuntut balas terhadap hancurnya markas besar mereka.

Sayuri adalah  seorang gadis yang berumur 20 tahun, memiliki seorang adik laki-laki yang bernama Hiro, sayuri tinggal bersama kedua orang tunya yaitu Tomi dan Michio. Mereka tinggal di sebuah desa kecil bernama Matsumoto.

Satu tahun kemudian pasca pengeboman di pearl harbour, keluarga sayuri mendapat perintah yang memilukan. Pemerintahan Jepang memerintahkan wajib militer untuk laki-laki yang berusia 18 tahun keatas, Hiro menyambut secara hangat perintah itu karena dia sangat menginginkan mengabdi kepada negaranya walaupun dia belum berpengalaman dalam kegiatan militer sedangkan ayah Sayuri tidak diperbolehkan mengikuti wajib militer dikarenakan luka di tangannya.

Beberapa hari berlalu, Hiro pun pergi ke Tokyo untuk mengikuti pelatihan intensif, banyak remaja yang pergi dari desa Matsumoto sehingga jumlah gadis lebih banyak daripada pemudanya. Reiko yang merupakan sahabat Sayuri sejak kecil mengajak Sayuri untuk menyusul kekasihnya yang megikuti pelatihan di Tokyo, Sayuri pun menyanggupinya selain itu  ia juga ingin bertemu dengan Hiro. Setelah mendapat restu dari orangtuanya, Sayuri dan Reiko pun menuju Tokyo dengan bermodal alamat Bibi Sayuri yang tinggal di Tokyo. Setelah tiba di Tokyo mereka mencari alamat Bibi Sayuri, namun alamat rumah yang dicarinya tersebut ternyata sudah terbakar hangus disebabkan bom yang terus menerus menghantam Tokyo sebagai pusat pertahan Jepang. Keadaan disana sangatlah berbeda dengan desa Sayuri, akhirnya mereka bermalam di gudang beratap walaupun dindingnya sudah hangus terbakar. Keesokan harinya mereka mencari pekerjaan untuk menjadi perawat di rumah sakit, pada saat itu jasa perawat sangatlah dibutuhkan karena jumlah korban perang yang terus bertambah setiap harinya.

Beberapa hari berlalu, Sayuri dan Reiko sudah terbiasa dengan keadaan melihat darah, kesakitan, dan organ tubuh yang lepas. Walaupun pada awalnya mereka tidak tahan pada keadaan tersebut. Mereka pun juga sudah terbiasa dengan berlari menuju banker untuk melindungi diri dari ledakan bom yang hampir setiap  hari. Keadaan tersebut membuat Sayuri tertekan sehingga di dalam benaknya dia sangat ingin membalas kejahatan yang dilakukan oleh Amerika terhadap negaranya.

Pada suatu hari, alarm peringatan bom berbunyi, Sayuri dan Reiko serta perawat–perawat yang lain bergegas menuju banker untuk melindungi diri. Bom tersebut adalah bom yang terbesar beberapa hari itu. Beberapa saat kemudian mereka keluar karena pasti akan banyak korban yang berdatangan. Pada hari itu banyak sekali korban yang harus dievakuasi, salah satunya adalah kekasih Reiko, Yukio, orang yang selama ini menjadi alasan mengapa mereka memutuskan untuk pergi ke Tokyo. Pada saat itu Sayuri yang menangnani Yukio, Sayuri tidak menginginkan Reiko melihat kekasihnya dalam keadaan seperti itu dan disela akhir nyawa Yukio, Sayuri berjanji untuk menjaga Reiko. Reiko belum mengetahui kekasihnya itu telah meninggal dan Sayuri juga tidak akan memberi tahu. Beberapa hari kemudian mereka mencoba untuk mencari Hiro dan Yukio, setelah tiba di pusat pencarian orang militer akhirnya mereka mendapatkan data bahwa Yukio sudah menjadi korban dari peristiwa pengeboman kemarin dan Hiro akan dikirim ke Singapura untuk berperang.

Mendengar hal itu Reiko menjadi tidak sadarkan diri dan mulai putus asa menjalankan kehidupannya. Beberapa hari kemudian terjadi pengeboman kembali di Tokyo, saat Sayuri dan Reiko bergegas menuju Banker, Reiko bertahan di tempat dan Reiko pun menjadi korban pada pengeboman hari itu.

Merasa prustasi, Sayuri memiliki dendam pada perperangan yang merenggut nyawa orang – orang yang di cintainya itu. Dalam hatinya, ia ingin sekali mendapat bagian untuk mengalahkan musuh, ia bermaksud untuk mengutarakannya langsung kepada panglima perang. Keesokan harinya ia memutuskan untuk ke asrama pilot, disana ia mengutarakan maksudnya untuk menjadi pilot Kamikaze dan tentu saja ia di tolak karena alasan gender, namun nasib berkata lain Sayuri diberi kesempatan menjadi juru masak di asrama itu dan alangkah bahagianya ia karena itu merupakan suatu peluang untuk tahap selanjutnya. Pilot kamikaze adalah pilot pesawat tempur yang di wajibkan untuk merelakan dirinya mati pada saat itu. Kamikaze yang berarti angin Tuhan ini, mengharuskan menabrakan pesawat yang ditumpanginya kepada pesawat musuh agar musuh berhenti menyerang. Ada dua tipe Kamikaze: pertama membawa pesawatnya sendiri lalu menabrakan pada sasaran dan yang kedua adalah di jalankan oleh pesawat lain namun membawa bom yang dikenal dengan cherrybom. Sayuri tertarik untuk menjadi pilot Kamikaze yang pertama, karena ia tidak mau mati dalam keadaan pasrah dan di jalankan oleh orang lain. Mulailah keberanian Sayuri untuk menyamar menjadi laki-laki dan bergabung pada camp itu. Dimalam sebelum ia manyamar, Sayuri mencuri seragam tentara lengkap dengan atributnya. Keesokan harinya Sayuri memotong rambut panjangnya menjadi seperti laki – laki dan ia mengganti namanya menjadi Hiro Miyamoto, nama adiknya yang tewas di lautan menuju singapura karena di serang Amerika. Keberuntunngan memihak pada Sayuri karena usaha penyamarannya berjalan dengan lancar, sampai suatu ketika ia merasakan jatuh cinta pada pelatihnya, Takushi. Di suatu hari Takushi mengetahui identitas Sayuri yang sebenarnya, namun Takushi tidak melaporkan kepada atasannya. Mereka saling  mencintai dan sering mencuri-curi waktu untuk bertemu.

Di camp tersebut mereka didoktrin untuk berani merelakan nyawanya demi Jepang. Setiap hari mereka harus mengikuti kuliah umum selama dua jam dan hasilnya banyak yang tambah berkobar semangatnya dan adapula yang terpaksa karena tidak ingin di asingkan oleh teman-temannya. Dalam kuliah tersebut, dikenalkan prinsip Bushido yang berarti kesetiaan dan semangat perang. Kesetiaan pada Pemerintahan Jepang dan semangat perang yang ditekankan pada pilot Kamikaze.

Hari demi hari, banyak pilot Kamikaze menerbangkan pesawatnya dan tak pernah kembali. Namun jika mereka kembali, atau di tawan oleh musuh maka mereka akan menerima aib sepanjang hidupnya. Sebelum keberangkatan, mereka akan dirayakan bersama teman-teman lainnya. Pagi itu sorak sorai banzai memenuhi asrama angkatan udara tersebut, mereka akan menerbangkan beberapa pilot Kamikaze yang akan menjemput kematiannya.

Takushi mendapat panggilan untuk keberangkatan Kamikaze bulan depan, ia mengajak Sayuri untuk pergi bersamanya, Sayuri pun menyetujuinya. Tapi terkadang keinginan Sayuri goyah karena ia tak ingin berpisah dengan Takushi, ia mengajak Takushi untuk melarikan diri dari camp tersebut. Tapi Takushi menolaknya karena ia tahu bahwa pengawasan terhadap pilot-pilot Kamikaze yang ingin melarikan diri sangatlah ketat dan hukuman itu jelaslah nyata lebih berat daripada mati sebagai pilot Kamikaze.

Tibalah saat keberangkatan mereka, Sayuri dan Takushi berjalan bersama menuju pesawat masing-masing, pemandangan itu tak lebih terlihat sebagai sepasang gay yang akan berpisah. Takushi melukiskan mawar merah di pesawat Sayuri sembari berkata, “Kau adalah mawar Jepangku yang cantik.” dan mereka masuk ke dalam pesawat masing-masing. Mereka terbang menuru daerah sasaran, sekitar dua jam mengambang di udara mereka membentuk lingkaran untuk menunggu pimpinan mereka yang akan mengantarkan mereka ke tempat tujuan. Sayuri selalu berada di belakang Takushi, dan saat tiba di lokasi penyerangan Sayuri hanya terfokus pada Takushi sehingga dia tidak sadar kalau ia diikuti musuh. Sayuri melihat Takushi melajukan kecepatan pesawatnya, lalu menukik dan menabrakan pesawat kepada musuh. Takushi hilang dalam ledakan besar dan Sayuri pun jatuh tertembak musuh hingga ia tak sadarkan diri.

Saat Sayuri membuka matanya, ia merasakan kesakitan yang luar biasa di sekujur tubuhnya dan ia sadar bahwa ia telah gagal menjadi pilot Kamikaze. Seorang tentara asing memberi handuk kecil dan seragam tahanan, sambil mengatakan sesuatu yang Sayuri sama sekali tidak mengetahui artinya. Sayuri pun mengelap luka-lukanya dan mengganti pakaiannya. Beberapa saat kemudian Sayuri di datangi oleh kapten tentara tersebut dan ia ditanyai beberapa hal yang Sayuri tidak mengerti artinya, Sayuri hanya diam,  tapi ia menerawang kalau sang kapten bingung mengapa pilot Kamikaze ini seorang wanita padahal seorang pilot Kamikaze haruslah laki-laki. Kapten itu marah dengan sikap Sayuri dan ia dikembalikan ke ruang bawah tanah. Sayuri merasa tertekan dengan kegagalannya dan ia ingin mati dengan cara tidak makan. Disaat tidurnya, ia bertemu dengan Takushi, lalu Takushi berkata bahwa Sayuri harus hidup, ia tidak boleh mati karena ia akan menjadi saksi kekejaman perang. Sayuri pun bangkit dari tidurnya, ia merasa lelah. Lalu perlahan ia memakan roti dan kopi yang telah di siapkan. Makanan itu berdatangan tiga kali sehari. Beberapa hari kemudian Sayuri merasa dirinya sudah membaik dan Takushi lah yang menjadi semangat hidupnya.

Keesokan harinya ia dibawa keluar sel dan menuju suatu tempat. Di sana ia di introgasi, ternyata ada penerjemah yang jelas jelas orang tersebut berkebangsaan Jepang namun ia mengakui kalau ia berpihak pada Amerika. Sayuri tetap tidak ingin memberikan informasi apapun pada orang itu. Tahun itu adalah tahun 1945, Jepang menyerah tanpa syarat kepada sekutu dan Sayuri berfikir bahwa usaha yang di lakukan ia serta teman – temannya sangatlah sia – sia. Tibalah hari saat Sayuri dan tahanan lainnya dikembalikan kepada pemerintahan Jepang. Sayuri menanggung beban aib yang sangat berat karena selain ia gagal menjadi pilot kamikaze, ia juga telah mengelabui Pemerintahan Jepang dengan penyamarannya selama ini. Sebagai hukuman dari semua itu, Sayuri diperintahkan untuk mengganti identitasnya menjadi Rika Kobayashi dan menghapus nama Sayuri di Jepang, membuat seolah-olah Sayuri Miyamoto sudah meninggal. Sayuri dipindahkan ke desa kecil dan menjadi Rika Kobayashi. Ia menikah dan memiliki seorang anak perempuan cantik yang sekarang ini sudah dewasa.

Setiap tahun, tepatnya tanggal 24 Maret Sayuri mengunjungi kuil Yasukuni, disana ia mendoakan Takushi dan orang-orang yang dicintainya.  Didekat kuburan Takushi, terdapat nisan yang bertuliskan Sayuri Miyamoto. Berpuluh-puluh tahun Sayuri merahasiakan cerita ini, namun sekarang ia menceritakannya kepada Mayumi, seorang Jurnalis NHK, bukan karena NHK media terkenal, melainkan Sayuri merasa waktunya sudah tidak lama lagi. Sesuai perkiraan Sayuri, setelah membuka lembaran lamanya, Sayuri pun memejamkan matanya untuk selama lamannya. Dan kuburan kosong yang bertuliskan Sayuri Miyamoto itu akhirnya telah diisi oleh pemiliknya yang sah.

===========================================THE END===============================================

Judul Novel                  : Mawar Jepang

Pengarang                    : Rei Kimura

Jumlah Halaman        : 291 Halaman

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s