TUGAS 6

     I.  Investasi Perekonomian Negara

Investasi adalah suatu istilah dengan beberapa pengertian yang berhubungan dengan keuangan dan ekonomi. Istilah tersebut berkaitan dengan akumulasi suatu bentuk aktiva dengan suatu harapan mendapatkan keuntungan dimasa depan. Terkadang, investasi disebut juga sebagai penanaman modal.

Faktor – faktor penentu investasi suatu negara antara lain sebagai berikut:

  • Tingkat Keuntungan yang Akan Diperoleh

Tingkat keuntungan sangat mempengaruhi minat investasi di suatu negara. Kejelasan mengenai prospek tujuan investasi tersebut dapat dilihat melalui perkembangan ekonomi di negara tersebut. Pada umumnya jenis investasi yang sering dilakukan di negara berkembang seperti Indonesia adalah investasi di sektor sumber daya alam. Para investor berupaya semaksimal mungkin menanamkan modalnya setinggi mungkin agar dapat memperoleh keuntungan semaksimal mungkin untuk perkembangan ekonomi negaranya.

  • Perkiraan Keadaan Perekonomian di Masa Depan

Dalam memperkirakan mengenai keadaan ekonomi di masa depan investor harus mempertimbangkan bagaimana kelangsungan negara yang akan ditanamkan investasinya, apakah akan berkembang perekonomiaanya ataukah akan menurun perekonomiannya sehingga menyebabkan kerugian untuk innvestor. Oleh karena itu, perkiraan tersebut harus dipertimbangkan meliputi stabilitas harga, pertumbuhan ekonomi serta pertambahan pendapatan. Apabila keadaan masa depan semakin baik, maka semakin besar tingkat keuntungan yang akan diperoleh investor

  • Tingkat Pendapatan Nasional

Tingkat pendapatan nasional suatu negara juga menjadi hal penting yang harus dipertimbangkan oleh investor karena tingginya pendapatan suatu negara mempengaruhi kemakmuran negara tersebut. Apabila negara yang akan di tanammkan modal merupakan negara yang makmur maka persentase keamanan dan persengketaan penanaman modal pun akan semakin meningkat.

  • Kemajuan dan Perkembangan Teknologi

Faktor yang menentukan besarnya investasi yang akan dilakukan oleh para investor adalah kegiatan untuk menggunakan penemuan-penemuan teknologi baru dalam proses produksi. Kegiatan para pengusaha untuk menggunakan teknologi yang baru dikembangkan dalam kegiatan produksi atau manajemen dikenal dengan istilah pembaruan atau inovasi. Semakin banyak perkembangan teknologi yang dibuat, semakin banyak pula kegiatan pembaruan yang akan dilakukan oleh para pengusaha. Untuk melaksanakan pembaruan-pembaruan, para pengusaha harus membeli barang-barang modal baru dan adakalanya juga harus mendirikan bangunan-bangunan pabrik industri yang baru. Sehingga dengan semakin banyak pembaruan yang dilakukan, semakin tinggi tingkat investasi yang akan tercapai.

  • Suku Bunga

Kegiatan investasi dapat dilaksanakan apabila tingkat pengembalian modal lebih besar atau sama dengan suku bunga. Sehingga semakin besar dana yang digunakan untuk kegiatan investasi maka jumlah uang yang disimpan di bank juga semakin besar.

 II.  PERTUMBUHAN DAN PERUBAHAN STRUKTUR EKONOMI

Pertumbuhan Struktur Ekonomi

 

Faktor – faktor yang mempengaruhi struktur ekonomi suatu negara secara garis besar, antara lain sebagai berikut :

1)      Faktor Sumber Daya Manusia

Sama halnya dengan proses pembangunan, pertumbuhan ekonomi juga dipengaruhi oleh SDM. Sumber daya manusia merupakan faktor terpenting dalam proses pembangunan, cepat lambatnya proses pembangunan tergantung kepada sejauhmana sumber daya manusianya selaku subjek pembangunan memiliki kompetensi yang memadai untuk melaksanakan proses pembangunan.

2)      Faktor Sumber Daya Alam

Sebagian besar negara berkembang bertumpu kepada sumber daya alam dalam melaksanakan proses pembangunannya. Namun demikian, sumber daya alam saja tidak menjamin keberhasilan proses pembanguan ekonomi, apabila tidak didukung oleh kemampaun sumber daya manusianya dalam mengelola sumber daya alam yang tersedia. Sumber daya alam yang dimaksud dinataranya kesuburan tanah, kekayaan mineral, tambang, kekayaan hasil hutan dan kekayaan laut.

3)      Faktor Ilmu Pengetahuan dan Teknologi

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat mendorong adanya percepatan proses pembangunan, pergantian pola kerja yang semula menggunakan tangan manusia digantikan oleh mesin-mesin canggih berdampak kepada aspek efisiensi, kualitas dan kuantitas serangkaian aktivitas pembangunan ekonomi yang dilakukan dan pada akhirnya berakibat pada percepatan laju pertumbuhan perekonomian.

4)      Faktor Budaya

Faktor budaya memberikan dampak tersendiri terhadap pembangunan ekonomi yang dilakukan, faktor ini dapat berfungsi sebagai pembangkit atau pendorong proses pembangunan tetapi dapat juga menjadi penghambat pembangunan. Budaya yang dapat mendorong pembangunan diantaranya sikap kerja keras dan kerja cerdas, jujur, ulet dan sebagainya. Adapun budaya yang dapat menghambat proses pembangunan diantaranya sikap anarkis, egois, boros, KKN, dan sebagainya.

5)      Sumber Daya Modal

Sumber daya modal dibutuhkan manusia untuk mengolah SDA dan meningkatkan kualitas IPTEK. Sumber daya modal berupa barang-barang modal sangat penting bagi perkembangan dan kelancaran pembangunan ekonomi karena barang-barang modal juga dapat meningkatkan produktivitas.

Faktor – faktor pertumbuhan ekonomi berdasarkan ruang lingkupnya :

1.    Faktor – faktor Internal

Faktor ekonomi, antara lain:

–          Buruknya Fundamental Ekonomi Nasional

Buruknya keuangan dalam suatu negara dapat mempengaruhi pertumbuhan suatu perekonomian, hal itu disebabkan karena tidak ada kestabilan kondisi keuangan. Maka demi menjaga ksatabilan keuangan, pemerintah bersama mentri yang menjabat pada bidang ini harus bekerjasama membangun dan menjaga kas negara dengan baik.

–          Cadangan Devisa

Cadangan Devisa (foreign exchange reserves) adalah simpanan mata uang asing oleh bank sentral dan otoritas moneter. Simpanan ini merupakan asset bank sentral yang tersimpan dalam beberapa mata uang cadangan (reserve currency) seperti dolar, euro, atau yen, dan digunakan untuk menjamin kewajibannya, yaitu mata uang lokal yang diterbitkan, dan cadangan berbagai bank yang disimpan di bank sentral oleh pemerintah atau lembaga keuangan.

–          Hutang Luar negeri dan Ketergantungan Import

Demi menjaga agar suatu bangsa menjadi makmur, maka pemerintah harus mengurangi ketergantungan barang – barang import. Hal itu dapat meminimalkan kemampuan produksi dan kreativitas suatu bangsa. Sebagai contoh, Negara Indonesia melakukan import beras dari thailand karena harganya yang lebih murah, namun di lain sisi menyebabkan kerugian pada para petani di Indonesia karena hasil produksi mereka tidak digunakan.

–          Sektor Perbankan dan Riil

Berhubungan kepada Kebijakan moneter yang pada dasarnya merupakan suatu kebijakan yang bertujuan untuk mencapai keseimbangan internal (pertumbuhan ekonomi yang tinggi, stabilitas harga, pemerataan pembangunan) dan keseimbangan eksternal (keseimbangan neraca pembayaran) serta tercapainya tujuan ekonomi makro, yakni menjaga stabilisasi ekonomi yang dapat diukur dengan kesempatan kerja, kestabilan harga serta neraca pembayaran internasional yang seimbang. Apabila kestabilan dalam kegiatan perekonomian terganggu, maka kebijakan moneter dapat dipakai untuk memulihkan (tindakan stabilisasi). Pengaruh kebijakan moneter pertama kali akan dirasakan oleh sektor perbankan, yang kemudian ditransfer pada sektor riil.

–          Pengeluaran dan Konsumsi

Faktor non ekonomi, antara lain:

–          Kemajuan Iptek (Ilmu Pengetahuan dan Teknologi)

Kemajuan IPTEK juga mempengaruhi pertumbuhan negara, karena jika semakin tinggi dan merata penggunaan teknologi di suatu negara, kemungkinan negara dapat memberi informasi dengan mudah dan cepat, hal ini juga mempengaruhi pemikiran suatu bangsa.

 

2.     Faktor-faktor Eksternal

–          Kondisi perdagangan dan perekonomian regional atau dunia

Perubahan Struktur Ekonomi

Ekonomi dalam suatu negara dapat berubah karena adanya faktor – faktor d bawah ini, antara lain :

1)      Kondisi dan Struktur Awal Dalam Negeri

Seiring berjalannya waktu perekonomian suatu negara pasti berubah entah itu kemunduran ataupun kemajuan perekonomian. Sebagai  Contoh : China dapat dikatakan sabagai negara dengan perekonomian yang maju hal itu disebabkan karena adanya kebijakan pemerintahan dan perubahan struktur awal dalam negeri tersebut.


2)      Besarnya Pasar dalam Negeri

Besarnya pasar dalam negeri juga mempengaruhi struktur perekonomian, misalnya suatu pasar perdangan lokal berkembang menjadi pasar dunia, maka struktur perekonomiaanya pun juga akan berubah.

3)      Pola Distribusi Pendapatan

Proses perataan pendapatan, dalam situasi ini berarti tidak ada pendapatan yang ditutup – tutupi ataupun di sampingkan.

4)      Karakteristik Industrialisasi

Yang dimaksud dengan karakteristik industrialisasi adalah keragaman dalam hasil produksi suatu industri.

5)      Keberadaan Sumber Daya Alam

Sumber daya alam dan tingkat perekonomian suatu negara memiliki kaitan yang erat, dimana kekayaan sumber daya alam secara teoritis akan menunjang pertumbuhan ekonomi yang pesat. Akan tetapi, pada kenyataannya hal tersebut justru sangat bertentangan karena negara-negara di dunia yang kaya akan sumber daya alamnya seringkali merupakan negara dengan tingkat ekonomi yang rendah. Kasus ini dalam bidang ekonomi sering pula disebut Dutch disease*. Hal ini disebabkan negara yang cenderung memiliki sumber pendapatan besar dari hasil bumi memiliki kestabilan ekonomi sosial yang lebih rendah daripada negara-negara yang bergerak di sektor industri dan jasa. Di samping itu, negara yang kaya akan sumber daya alam juga cenderung tidak memiliki teknologi yang memadai dalam mengolahnya. Korupsi, perang saudara, lemahnya pemerintahan dan demokrasi juga menjadi faktor penghambat dari perkembangan perekonomian negara-negara terebut. Untuk mengatasi hal tersebut, diperlukan pembenahan sistem pemerintahan, pengalihan investasi dan penyokongan ekonomi ke bidang industri lain, serta peningkatan transparansi dan akuntabilitas dalam pemberdayaan sumber daya alam.

6)      Kebijakan Perdagangan Luar Negeri

Kebijakan luar negeri suatu negara yang juga disebut kebijakan hubungan internasional, adalah serangkaian sasaran yang menjelaskan bagaimana suatu negara berinteraksi dengan negara lain di bidang-bidang ekonomi, politik, sosial, dan militer; serta dalam tingkatan yang lebih rendah juga mengenai bagaimana negara berinteraksi dengan organisasi-organisasi non-negara. Interaksi tersebut dievaluasi dan dimonitor dalam usaha untuk memaksimalkan berbagai manfaat yang dapat diperoleh dari kerjasama multilateral internasional. Kebijakan luar negeri dirancang untuk membantu melindungi kepentingan nasional, keamanan nasional, tujuan ideologis, dan kemakmuran ekonomi suatu negara. Hal ini dapat terjadi sebagai hasil dari kerjasama secara damai dengan bangsa lain, atau melalui eksploitasi.

*) Dutch disease adalah fenomena di bidang perekonomian yang merujuk pada akibat yang biasanya ditimbulakan oleh berlimpahnya sumber daya alam di suatu negara

Sumber :

http://id.wikipedia.org/wiki/Pertumbuhan_ekonomi#Faktor-Faktor_Pertumbuhan_Ekonomi

http://ekonomikelasx.blogspot.com/2009/04/faktor-faktor-yang-menentukan-investasi.html

http://lepmida.com/column.php?id=430&awal=10

2 thoughts on “TUGAS 6

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s